Review Makna Lagu Matsuri Fujii Kaze: Syukur atas Hidup

Review Makna Lagu Matsuri Fujii Kaze: Syukur atas Hidup

Review Makna Lagu Matsuri Fujii Kaze: Syukur atas Hidup. Lagu Matsuri karya Fujii Kaze yang dirilis pada 20 Maret 2022 tetap menjadi salah satu karya paling uplifting dan filosofis dalam katalognya. Sebagai lead single dari album Love All Serve All yang rilis tiga hari kemudian, lagu ini langsung menduduki posisi tinggi di chart Jepang dan terakumulasi ratusan juta streaming global. Dengan perpaduan funk groovy, elemen tradisional Jepang seperti taiko-inspired beat, serta vokal Fujii yang santai tapi penuh semangat, Matsuri bukan sekadar lagu dansa—ia adalah perayaan hidup yang penuh syukur, mengajak pendengar merayakan setiap hari sebagai “festival” tanpa diskriminasi antara suka dan duka. Hampir empat tahun kemudian, di tengah kehidupan yang semakin cepat dan penuh tekanan pada 2026, pesan lagu ini terasa lebih segar: hidup bukan tentang menang atau kalah, melainkan tentang merangkul segalanya dengan rasa terima kasih. REVIEW KOMIK

Gaya Musik yang Unik dan Atmosfer Perayaan: Review Makna Lagu Matsuri Fujii Kaze: Syukur atas Hidup

Fujii Kaze membangun Matsuri dengan ritme yang menyenangkan tapi tidak berlebihan—mulai dari groove bass funky yang ringan, sentuhan tradisional seperti suara festival Jepang, hingga gitar elektrik yang membangun energi di bagian akhir. Struktur lagu berkembang secara organik: verse yang santai dengan lirik reflektif, pre-chorus yang membangun harapan, dan chorus yang meledak dengan pengulangan “Matsuri, matsuri” yang mudah diingat. Video musiknya—penuh warna cerah, tarian spontan, dan visual festival—memperkuat tema perayaan. Tidak ada elemen dramatis berlebih; semuanya terasa effortless, mencerminkan filosofi Fujii bahwa hidup seharusnya dinikmati apa adanya. Produksi yang dipimpin sendiri oleh Fujii menekankan keseimbangan antara modern dan tradisional, membuat lagu ini terasa seperti perpaduan antara G-funk era 90-an dan semangat matsuri Jepang yang penuh rasa syukur.

Tema Syukur atas Hidup dan Penerimaan Semua Hal: Review Makna Lagu Matsuri Fujii Kaze: Syukur atas Hidup

Inti Matsuri adalah ajakan untuk melihat setiap hari sebagai festival yang patut dirayakan. Lirik pembuka “Ai shika kanjitaku mo nai / Mou nan no wakehedate mo nai” (Hanya ingin merasakan cinta / Tak ada lagi pembedaan) langsung menolak diskriminasi dan kompetisi—tak ada favorit, tak ada pemenang atau pecundang. Fujii menggambarkan musim-musim hidup sebagai “hana matsuri, natsu matsuri” hingga “aki matsuri, fuyu yasumi”, melambangkan bahwa kelahiran dan kematian, suka dan duka, terjadi bersamaan dan semuanya layak dirayakan. Baris kunci “Arigatashi / Kurushimu koto wa nan mo nai / Kata o otosu koto issai nai” (Sangat bersyukur / Tak ada alasan untuk menderita / Tak perlu menunduk kecewa) adalah pesan utama: hidup sudah lengkap apa adanya, kita sudah punya segalanya tanpa perlu membandingkan diri. Chorus berulang “Matsuri, matsuri / Mainichi itoshiki nanika no” (Festival, festival / Setiap hari adalah sesuatu yang dicintai) mengubah rutinitas biasa menjadi perayaan. Lagu ini bukan tentang optimisme palsu, melainkan penerimaan radikal: rangkul segalanya, biarkan hati mekar, dan lepaskan beban menang-kalah. Tema syukur ini terasa sangat Jepang—mengingatkan pada asal-usul matsuri sebagai ucapan terima kasih kepada alam dan dewa—tapi disampaikan dengan cara universal yang mudah dirasakan siapa saja.

Warisan dan Relevansi di Era Sekarang

Matsuri menjadi salah satu lagu Fujii Kaze yang paling viral dan dicover luas, terutama setelah penampilan live-nya yang penuh energi di konser. Lagu ini sering muncul di playlist motivasi, video refleksi hidup, atau konten tentang mindfulness dan gratitude di media sosial. Di 2026, ketika banyak orang menghadapi burnout, tekanan sosial, dan pencarian makna di tengah dunia yang kacau, pesan “arigatashi” (bersyukur atas segalanya) terasa seperti obat. Fujii Kaze sendiri pernah bilang bahwa lagu ini adalah tentang melepaskan keinginan untuk mengontrol hidup dan justru merayakan apa yang ada—sebuah filosofi yang membantu pendengar berdamai dengan diri sendiri. Banyak yang mengaku lagu ini mengubah perspektif mereka: dari melihat hidup sebagai perjuangan menjadi pesta harian yang patut disyukuri.

Kesimpulan

Matsuri adalah karya Fujii Kaze yang paling ceria sekaligus mendalam—sebuah undangan untuk merayakan hidup apa adanya dengan penuh syukur. Dengan lirik yang sederhana tapi penuh makna, Fujii mengajak kita melihat setiap hari sebagai festival: tak ada yang perlu dibandingkan, tak ada yang perlu diderita berlebihan, hanya rasa terima kasih atas apa yang telah diberikan. Hampir empat tahun berlalu, lagu ini tetap relevan karena bicara tentang hal yang abadi: kebahagiaan sejati datang dari penerimaan, bukan pencapaian. Jika Anda merasa hidup terasa berat hari ini, putar Matsuri sekali lagi—biarkan groove itu mengingatkan bahwa “mainichi itoshiki nanika no” (setiap hari adalah sesuatu yang dicintai), dan “arigatashi” adalah kunci untuk menari di tengah badai. Karena seperti kata lagu ini: hidup adalah matsuri—rayakan saja, syukuri saja. Sebuah lagu yang tak hanya menghibur, tapi juga menyembuhkan jiwa.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *