Review Makna Lagu WAP: Basah dan Liar

Review Makna Lagu WAP: Basah dan Liar

Review Makna Lagu WAP: Basah dan Liar. Lagu WAP (Wet Ass Pussy) yang dibawakan Cardi B featuring Megan Thee Stallion, dirilis Agustus 2020, masih menjadi salah satu karya paling kontroversial sekaligus paling berpengaruh dalam sejarah hip-hop hingga awal 2026. Hampir enam tahun sejak rilis, lagu ini terus memecahkan rekor streaming (lebih dari 1,8 miliar putar di Spotify saja), memenangkan penghargaan, dan memicu diskusi panjang tentang seksualitas perempuan, kebebasan ekspresi, serta double standard dalam industri musik. Di balik beat produksi Ayo the Producer yang berat dan hook yang langsung viral, WAP bukan sekadar lagu eksplisit; ia adalah deklarasi kekuasaan seksual perempuan yang disampaikan dengan percaya diri, humor, dan tanpa permintaan maaf. BERITA BASKET

Lirik yang Langsung dan Penuh Kekuatan: Review Makna Lagu WAP: Basah dan Liar

Lirik WAP sangat eksplisit dan tidak bertele-tele. Dari baris pembuka Cardi B “Whores in this house / There’s some whores in this house” hingga refrain “There’s some whores in this house / I said certified freak, seven days a week”, lagu ini langsung menegaskan bahwa seksualitas perempuan bukan sesuatu yang harus disembunyikan atau dibuat malu. Megan Thee Stallion di verse-nya menambahkan lapisan lebih dalam dengan baris seperti “I want you to park that big Mack truck right in this little garage” dan “Beat it up, nigga, catch a charge”, yang sekaligus lucu, provokatif, dan penuh kontrol.
Semua metafora dalam lagu—dari “macaroni in a pot” hingga “wet like I’m Lizzie”—tidak hanya vulgar untuk vulgar, melainkan cara cerdas untuk menggambarkan hasrat seksual perempuan dengan bahasa yang mentah tapi kreatif. Tidak ada permintaan maaf atau eufemisme; Cardi dan Megan mengklaim tubuh dan kenikmatan mereka dengan penuh kekuasaan, membalik narasi yang biasanya menempatkan perempuan sebagai objek pasif.

Produksi Beat dan Vokal yang Membuatnya Ikonik: Review Makna Lagu WAP: Basah dan Liar

Beat produksi Ayo the Producer dan Keyz adalah salah satu yang paling dikenal di era trap 2020-an: bass 808 yang menggelegar, hi-hat cepat, dan synth yang minimalis namun sangat menonjol. Hook “WAP” dengan vokal Cardi yang berlapis dan ad-lib Megan Thee Stallion menjadi sound signature yang langsung dikenali di mana saja. Vokal keduanya sangat khas: Cardi dengan delivery agresif dan percaya diri, Megan dengan flow cepat dan percaya diri yang sama kuatnya. Tidak ada efek berlebihan; suara mereka terdengar mentah dan dominan, membuat pendengar merasa sedang mendengar pernyataan langsung dari dua perempuan yang tidak takut bersuara keras tentang hasrat mereka.

Makna Lebih Dalam: Pembebasan Seksual dan Kritik Double Standard

Di balik lirik eksplisit, WAP adalah lagu tentang pembebasan seksual perempuan. Cardi B dan Megan Thee Stallion sengaja menggunakan bahasa yang vulgar untuk menunjukkan bahwa perempuan juga berhak berbicara tentang seks dengan cara yang sama bebas dan kasar seperti yang dilakukan laki-laki dalam rap selama puluhan tahun. Lagu ini membalik narasi yang biasanya menempatkan perempuan sebagai objek hasrat menjadi subjek yang mengendalikan narasi tersebut.
Kontroversi besar yang muncul saat rilis (termasuk kritik dari politisi dan tokoh agama) justru memperkuat makna lagu: double standard masih hidup kuat. Laki-laki boleh rap tentang seks secara eksplisit tanpa banyak celaan, tapi ketika perempuan melakukannya, ia langsung dianggap “terlalu jauh” atau “tidak pantas”. WAP menjadi pernyataan bahwa perempuan berhak mengklaim seksualitas mereka tanpa rasa malu, dan bahwa kenikmatan seksual bukan hak istimewa laki-laki saja.
Lagu ini juga menyentil tema kekuasaan dalam hubungan intim: “Make it cream, make me scream” dan “I don’t cook, I don’t clean” adalah penegasan bahwa perempuan tidak harus “menyenangkan” dalam peran tradisional untuk layak mendapatkan kenikmatan. Mereka menginginkan pasangan yang bisa memuaskan mereka secara seksual tanpa syarat.

Kesimpulan

WAP adalah lagu yang langka: eksplisit sekaligus sangat berdaya, vulgar tapi penuh kekuatan, dan provokatif tanpa kehilangan kecerdasan. Kekuatan utamanya terletak pada lirik yang langsung dan tanpa filter, beat trap yang menggelegar, serta vokal Cardi B dan Megan Thee Stallion yang penuh percaya diri. Lagu ini berhasil menjadi anthem pembebasan seksual perempuan di era modern—membuat pendengar merasa kuat, bebas, dan tidak perlu meminta maaf atas hasrat mereka. Jika kamu sedang dalam fase “aku ingin merayakan tubuh dan hasratku tanpa rasa bersalah”, lagu ini adalah pengingat yang tepat: perempuan berhak berbicara tentang seks dengan cara yang sama bebas dan kasar seperti laki-laki. Dengarkan sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali diputar ulang, kamu akan semakin merasakan kekuatan dalam keberanian mengklaim kenikmatan tanpa syarat. WAP bukan sekadar lagu eksplisit; ia adalah deklarasi bahwa seksualitas perempuan bukan sesuatu yang harus disembunyikan atau dibuat malu—ia adalah kekuatan, kebebasan, dan hak yang sah. Dan itu, pada akhirnya, adalah makna paling kuat dari sebuah lagu rap.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *