Review Makna Lagu Woman Like Me: Kekuatan Perempuan

Review Makna Lagu Woman Like Me: Kekuatan Perempuan

Review Makna Lagu Woman Like Me: Kekuatan Perempuan. Lagu “Woman Like Me” yang dibawakan Little Mix bersama Nicki Minaj (dirilis 2018 sebagai single utama album LM5) tetap menjadi salah satu anthem empowerment paling kuat di dunia pop hingga kini. Dengan beat upbeat yang energik, harmoni vokal khas Little Mix, dan verse rap tajam dari Nicki, lagu ini bukan sekadar lagu dansa—ia adalah pernyataan tegas tentang kekuatan, nilai diri, dan standar tinggi yang dimiliki perempuan. Pesan utamanya sederhana tapi sangat kuat: seorang perempuan yang percaya diri tahu betul apa yang ia inginkan, tidak akan menerima yang setengah-setengah, dan tidak perlu mengubah diri demi siapa pun. Di era ketika banyak perempuan masih dihadapkan pada ekspektasi sosial yang tidak realistis, lagu ini terasa seperti pengingat yang terus relevan. INFO SLOT

Lirik yang Menegaskan Standar Tinggi dan Kemandirian: Review Makna Lagu Woman Like Me: Kekuatan Perempuan

Jesy Nelson membuka lagu dengan baris “I’m a bitch, I’m a boss, I’m a shine like gloss”, langsung menetapkan sikap bahwa ia adalah perpaduan antara kekuatan, ambisi, dan pesona yang tidak bisa diremehkan. Lirik “Do you like it rough? I’m a savage in the sheets” dan “You better believe I’m a woman like me” menunjukkan bahwa perempuan ini tidak malu dengan sisi sensualnya, tapi juga tidak akan membiarkan dirinya diperlakukan seenaknya. Bagian chorus yang berulang “A woman like me can only be one thing: queen” adalah inti pesan lagu—perempuan seperti ini tidak mau jadi pilihan kedua, cadangan, atau sekadar “salah satu opsi”. Mereka adalah prioritas, dan jika seseorang tidak bisa menghargai itu, maka ia tidak layak. Nicki Minaj masuk dengan verse yang lebih agresif dan tajam: “I’m a bad bitch, I’m a cunt, and I’ll kick a bitch if she want”, memperkuat tema bahwa kekuatan perempuan tidak harus selalu lembut—kadang ia harus tegas, bahkan garang, untuk melindungi diri dan menegakkan batas. Nicki juga menyinggung standar ganda yang sering dihadapi perempuan: “They want the good girl, but they keep fuckin’ with the bad ones”, seolah mengkritik pria yang menginginkan kesetiaan tapi tidak memberikan komitmen yang sama.

Konteks Sosial dan Pengaruh Girl Power: Review Makna Lagu Woman Like Me: Kekuatan Perempuan

“Woman Like Me” muncul di masa ketika gerakan #MeToo dan girl power sedang sangat kencang di budaya pop. Little Mix—sebagai girl group yang selalu vokal tentang isu perempuan—menggunakan lagu ini untuk menyuarakan bahwa perempuan berhak menentukan standar mereka sendiri, baik dalam hubungan, karier, maupun kehidupan sehari-hari. Lirik seperti “I don’t need a man to make me feel good” dan “I can do bad all by myself” adalah penegasan kemandirian yang sangat dibutuhkan, terutama bagi perempuan muda yang sering merasa harus “menyenangkan” orang lain untuk diterima. Musiknya yang upbeat dan penuh energi juga membuat pesan empowerment terasa menyenangkan, bukan menggurui. Ini adalah lagu yang bisa didengar sambil berdandan, berolahraga, atau saat ingin mengingatkan diri sendiri bahwa “aku cukup apa adanya”.

Dampak Jangka Panjang dan Relevansi Saat Ini

Hingga 2026, “Woman Like Me” masih sering muncul di playlist self-love, empowerment, dan motivasi perempuan di berbagai platform. Liriknya terasa semakin relevan di tengah diskusi tentang batasan dalam hubungan, standar kecantikan, dan ekspektasi gender yang tidak adil. Banyak perempuan menggunakan lagu ini sebagai “hype song” sebelum menghadapi situasi sulit—baik wawancara kerja, konfrontasi, atau sekadar hari-hari ketika mereka merasa perlu mengingat kekuatan diri sendiri. Lagu ini juga menjadi representasi bagaimana girl group modern bisa menyampaikan pesan feminis tanpa kehilangan sisi fun dan seksi. Little Mix dan Nicki Minaj berhasil membuktikan bahwa kekuatan perempuan bisa diekspresikan dengan cara yang berani, percaya diri, dan tidak meminta maaf.

Kesimpulan

“Woman Like Me” adalah perayaan kekuatan perempuan yang tegas, percaya diri, dan tidak kompromi. Melalui lirik yang memberdayakan, beat yang menggairahkan, dan sikap “take me as I am or leave me”, lagu ini mengingatkan bahwa perempuan berhak menetapkan standar tinggi—bukan hanya untuk orang lain, tapi terutama untuk dirinya sendiri. Ini bukan lagu tentang membenci pria atau hubungan, melainkan tentang mencintai diri sendiri cukup dalam sehingga tidak mau menerima yang kurang dari layaknya. Di tengah dunia yang sering meminta perempuan untuk merendahkan diri, “Woman Like Me” seperti pengingat bahwa kamu boleh—bahkan seharusnya—merasa besar, kuat, dan tak tergantikan. Lagu ini tetap relevan karena setiap perempuan punya hak untuk menjadi “woman like me”—dan itu adalah kekuatan terbesar yang bisa dimiliki siapa pun.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *